Terima Kasihku, Tuhan..
Kala malam bersihkan wajahnya dari bintang”
Dan mulai turun setetes air langit dari tubuhnya
Tanpa sadar nikmatnya alam
Karena kuasaMu yg takkan habis
Sampai di akhir waktu perjalanan ini
Terima kasihku padaMu, Tuhanku
Tak mungkin dapat terlukis oleh kata”
Hanya diriMu yg tahu
Besar rasa cintaku padaMu
Oh Tuhan
AnugerahMu tak pernah berhenti
Selalu datang kepadaku
Tuhan semesta alam
Dan satu janjiku
Takkan berpaling dariMu
Terima kasihku, ya Allah
AnugerahMu
Ku kan sisihkan
Semua aral melintang di hadapanku
Dan buat terang seluruh jalan hidup ‘tuk melangkah
(Takkan Berpaling DariMu)
Dipopulerkan oleh Rossa dengan pencipta Aji Mirza Muhammad Ferdinand Hakim “Icha Jikustik” (wow,, 2 orang musisi favorit saia..!!).
2 thumbs up buat Icha (ga sia” gw ngefans ma lo, bro..!!), yang telah menciptakan lagu, yang telah berhasil menjadi inspirasi dan penyemangat baru untuk saia. Selama setahun belakangan ini, tidak semua yang saia harapkan bisa saia miliki,, bisa ada dalam genggaman saia. Dalam setahun belakangan ini, sepertinya kesabaran dan ketegaran hati ini sedang diuji.
Kalo boleh flash back,, tepat setahun yg lalu saia sedang merasakan dan menikmati hari” dengan sesorang yang Tak Perlu Disebut Namanya. Tetapi ternyata, bahagia itu tak selalu setia bertengger pada hidup ini,, layaknya pagi yang selalu setia menanti datangnya gelap. Berotasi pada porosnya setiap hari,, tanpa pernah berubah.. Hanya terhitung dalam waktu 3 minggu mungkin,, bahagia itu lenyap,, dikalahkan oleh waktu 30 menit untuk sebuah pengakuan hati,, dan tergantikan hanya oleh tangisan tanpa suara dan air mata.. Yah,, hanya dalam waktu 30 menit semuanya bisa berubah,, kepala di kaki,, kaki di kepala.. Jangankan dalam waktu 30 menit,, mungkin hanya dalam hitungan detik dunia bisa saja berubah.. Mencoba koreksi diri,, tidak ada yang perlu disalahkan dalam hal ini.. Tidak juga dia,, ataupun dia.. Tidak siapapun..
Belajar melupakan,, itu yang sedang terjadi,, mungkin hingga detik ini.. Entah sampai kapan.. Sepertinya waktu setahun juga masih belum cukup.. I wanna try..!!
Dan sekarang,, penempatan instansi.. Jujur,, tidak seperti yang diharapkan.. Awalnya,, sedikit shock,, bingung mau ngapain (kebetulan sewaktu dapat kabar sedang packing),, sedikit linglung,, di ambang rasa antara percaya dan tidak.. Tapi tetap berusaha sadar dan sadar.. Terima nasib,, mungkin itu kalimat kasarnya.. Tapi rasa syukur itu tetap terucap.. Saia ga tau apa cuma saia yg ngerasain atau teman” di luar sana ada juga yg ngerasain..?? (ga mikir). Karena ini problem di hati saia sendiri..
Mikir.. Menyesalkah saia?? Rasanya tidak perlu.. Lagian apa yg harus disesalkan?? Nothing..!! Semua itu bukankah sudah diatur olehNya? Pantaskah kita menyesali takdirNya? Berusaha tegar,, yg terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurutNya.. Bukankah begitu?? Sebagai bandingannya,, seseorang yg setahun lalu pernah saia kagumi (mungkin) hingga detik ini,, punya sejuta kebaikan hati.. Kurang baik apa dia, coba? Terus,, apa lantas itu berarti dia yg terbaik untuk saia? Mungkin saia pernah berpikiran seperti itu. Tapi ternyata,, tidak menurutNya.. See..!?
Sewaktu otw dari bandara siang 2 days ago,, di sepanjang jalan masuk dan keluar bandara sedang dilakukan pelebaran jalan.. Di sepanjang jalan itu saia mikir,, merenung mungkin lebih tepatnya.. Wow..!! Para kuli itu setiap hari kerja utamanya menantang sengatnya sinar matahari.. Mungkin dengan gaji yg tak seberapa,, cuma cukup buat beli makan dan rokok.. Lantas,, apa mereka sering mengeluh?? Sementara saia,, bisa lulus dengan nilai memuaskan dan hanya dalam hitungan bulan sudah bisa duduk di ruangan ber-AC (bahkan sejak menginjakkan kaki di bangku SMP sudah terbiasa dengan ruangan berselimutkan AC) masih aja ada keluhan.. Mereka..?? Sehari”nya hanya berselimutkan terik matahari..!! Bahkan,, sewaktu masih di bandara tadi (bahkan di kedua bandara: Polonia dan S-H) ada 2 orang porter tak berseragam yg kena omelan tragis saia. Karena mereka dengan seenaknya bawain travel bag saia tanpa diminta.. Awalnya,, saia sempat mikir,, baik bgt ni orang.. Eh,, taunya ujung”nya minta duit rokok.. (masih mending minta uang permen,, nyemarin lingkungan aja!!). Spontan saia jawab,, “Emang tadi saia ada minta tolong dibawain?” Sekalipun sewot,, hati nurani ini masih lebih berbicara,, ga da salahnya bantu” orang kecil. Mudah”an aja ga beneran dipake buat rokok.. Yeah,, mungkin masih pengaruh mood yg kemarinnya. Tapi akhirnya saia sadar,, nyari pekerjaan di jaman sekarang emang susah,, bahkan teramat susah,, ga semudah membalikkan kedua telapak tangan. Bahkan mereka yg lulus dengan titel yg lebih tinggi dari saia mungkin perjalanannya tak seberuntung saia. Hidup saia sungguh jauh lebih beruntung jika dibandingkan dengan mereka” di luar sana..
Sudah sepatutnya saia mensyukuri apa yg saia pernah dapatkan kemarin, hari ini, dan esok.. Sudah tak terhitung banyaknya. Ga ada yg perlu disesali.. Penyesalan tidak pernah berbuah kebaikan.. Apapun yg saia dapatkan,, yakinlah kalo itu semua datangnya dari Allah.. Allah Mahatahu.. Dia jauh lebih tahu mana yg terbaik untuk saia..
Sudah saatnya melupakan masa lalu,, karena masa lalu tidak akan pernah berubah menjadi masa kini,, apalagi masa depan.. Jangan pernah biarkan masa lalu menghantui apalagi menghancurkan apa yg telah kita miliki.. Jangan pernah hanya jalan di tempat,, apalagi berjalan mundur,, tapi melangkahlah ke depan.. Kalau terus melihat masa lalu,, kapan mau majunya? (thanks bwt K’Rhen..=)). Itu semua tergantung dari niat diri sendiri. Mau maju atau hanya jalan di tempat? Sesuatu yg indah sedang menantimu, Kawan.. Bersyukur dan bersyukurlah,, akan jauh membuat hidup terasa lebih ringan.. =)
Terima kasihku padaMu Tuhanku
Tak mungkin dapat terlukis oleh kata”
AnugerahMu tak pernah berhenti
Selalu datang kepadaku
Ku kan sisihkan
Semua aral melintang di hadapanku
Dan buat terang seluruh jalan hidup tuk melangkah