Untuk Sahabat

Saat kumerintih dalam sakitku
Kalian yang setia menemani dalam setiap rintihanku
Saat kumenangis dalam sedihku
Kalian yang memberiku kekuatan untuk tersenyum
Waktuku terjatuh
Kalian yang memberikan uluran tangan untuk membantuku naik
Saat kulemah
Kalian yang menguatkanku untuk bangkit kembali
Sahabat-sahabatku,,
Aku kangen kalian

Aku bisa tegar,,
Itu karena kalian..
Aku bangkit,,
Karena kalian..
Bisa tersenyum dalam sedihku,,
Karena kalian..
Tertawa dalam tangisku,,
Juga karena kalian..
Aku bisa seperti sekarang ini..
Itu semua karena kalian..
Sahabat-sahabatku,,
Aku rindu kalian

Terima kasihku untuk semua canda-tawanya
Terima kasihku untuk setiap kekuatan yang kalian berikan
Terima kasihku untuk segala bentuk perhatian dan kasih sayang kalian
Terima kasihku untuk kesetiaan kalian menemaniku
Terima kasihku karena kalian telah menjagaku selama ini
Waktu tiga tahun ini terasa masih belum cukup untukku

Rasa terima kasihku tidak akan pernah habis
Hanya tergantikan oleh barisan kata-kata ini
Terima kasih yang tak terhingga
Dariku,,
Untuk kalian,,
Sahabat-sahabatku,,
Aku sayang kalian

Sekarang,,
Kalau aku sakit,,
Siapa yang akan menemaniku dalam rintihanku?
Menguatkanku lalu berkata,,
“Makanan itu enak koq, Chie.. Dimakan yah, biar cepet sembuh..”?
Sesungguhnya obat yang paling mujarab bagiku ialah,,
Melihat kalian dan tertawa bersama kalian
Kalau aku dalam masalah,,
Siapa yang akan menghibur dan membuatku tersenyum kembali?

Kapan kita bertemu lagi, Kawan?
Kapan menari dan bernyanyi bersama lagi?
Menangis dan tertawa bersama lagi?
Aku akan setia,,
Menunggu datangnya saat itu
Kalian juga, kan?

Terima kasih ini,,
Dariku,,
Untuk kalian..
Dari seorang sahabat,,
Untuk sahabat..

(Didedikasikan untuk:

Orang-orang yang pernah merasa menjadi sahabatku)

Published in: on December 20, 2008 at 12:10 am Comments (0)

Matahari, Bintang, dan Bulan

Matahari itu..
Dia telah pergi
Jauh,,, jauh sekali..
Meninggalkan bintang dan bulan yang selalu menemani
Tidak bisa merasakan hangat sinarnya lagi
Bahkan sekadar hanya ingin melihatnya dari jauh
Mampukah?

Mungkinkah mendung ini akan berlalu?
Atau malah akan berlanjut dengan turunnya gerimis?
Tipis,, tapi sangat terasa
Hingga mampu membasahi seluruh permukaan bumi ini

Berharap sinar bulan masih cukup untuk menerangi
Bahkan menghangatkan
Ditambah dengan terangnya cahaya bintang-bintang
Apa masih belum cukup?

Relakan matahari itu pergi
Membagi naungan sinarnya untuk yang lain
Dia adil..
Membagi hangatnya untuk semua
Biarkan dia memilih
Pada siapa dia akan memancarkan sinarnya yang paling terang
Mungkin..
Dia telah menemukan yang paling tepat
Kembali pada naungan pertamanya dulu
Relakan…

Yakinlah bintang dan bulan yang akan selalu setia
Enggan untuk beranjak
Mungkin hangat mereka tidak seberapa
Tapi mereka yang selalu setia
Menemani hingga datangnya pagi
Dan bertemu dengan matahari
Lagi..

Published in: on at 12:07 am Comments (0)